اُكُتُمْ هَوَانَا إِن أَرَدْتَ رِضانَا — وَاحْذَرْ تُبِيْحُ بِسِرِّنَا لِسِوَانَا
“Sembunyikanlah rasa cintamu kepada kami jika engkau ingin mendapat keredaan kami (membuat kami senang) # dan hindarilah engkau menyebarkan sir/rahsia kami kepada selain kami.”
وَاخْضَعْ لَنَا إِنْ كُنْتَ رَاجِي وَصْلَنَا — وَاتْرُكْ مُنَاكَ إِذَا أَرَدْتَ مُنَانَا
“Patuhilah kami jika engkau benar-benar berharap terhubung dengan kami # dan tinggalkan semua harapanmu jika engkau betul-betul mengharapkan kami.”
وَاجْعَلْ وُقُوْفَكَ مَا بَقِيْتَ بِبَابِنَا — فَلَعَلَّ أَن تَعْظَى بِنَا وَتَرَانَا
“Dan teruslah engkau berdiri di depan pintu kami sepanjang hidupmu # maka pasti suatu ketika engkau akan bertemu dan melihat kami.”
فَإِذَا قَضَيْتَ حُقُوْقَنَا يَا مُدَّعِي — عَايَنْتَنَا فِي الْكَائِنَاتِ عِيَانَ
“Maka jika engkau benar-benar telah melaksanakan hak-hak untuk kami wahai yang mengaku cinta # maka pasti engkau akan melihat kami pada alam semesta dengan sangat jelas.”
اَوَمَا عَلِمْتَ بِأَنَّنَا اَهْلُ الْوَفَا — وَمُحِبُّنَا مَا زَالَ تَحْتَ لِوَانَا
“Tidakkah engkau tahu bahawa kami benar-benar ahlul wafa (memenuhi janji) # orang-orang yang mencintai kami selalu berada di bawah bendera/naungan kami.”
نَحْنُ الْكِرَامُ فَمَنُ أَتَانَا قَاصِدًا — نَالَ السَّعَادَةَ عِنْدَ مَا يَلْقَانَا
“Kamilah orang-orang yang mulia dan dermawan, sehingga sesiapa pun yang datang kepada kami dengan niat yang baik # pasti dia akan menggapai kebahagiaan saat berjumpa dengan kami.”
فَانْهَضْ بِعَزْمٍ لَا تَكُوْنُ مُقَصِّرًا — وَانْظُرْ تَرَى الْعُشَّاقَ حَوْلَ حِمَانَا
“Maka bangkitlah dengan penuh keyakinan dan jangan sampai engkau lalai # dan lihatlah nescaya engkau akan melihat para pencinta ada di sekitar kami.”
مُسْتَبْشِرِيْنَ بِنَيْلِ مَا قَدْ أَمَّلُوا — فَرِحِيْنَ مُذْ نَظَرُوا الْجَمَالَ عِيَانَا
“Mereka (para pencinta) berbahagia dengan mendapat apa yang mereka impikan # mereka juga merasa senang sejak menyaksikan keindahan dengan mata kepala.”
هَامُوا بِعِشْتَقِهِمْ سُكَارَى عِنْدَمَا — كُشِفَ الْحِجَابُ وَشَاهَدُوْا مَغْنَانَا
“Mereka kebingungan disebabkan rasa rindu bagai orang yang mabuk, tatkala # hijab (tirai penutup) diungkap dan mereka menyaksikan kedudukan kami.”
فَهُمُ الْمُرَادُ وَلَا يُرَادُ سِوَاهُمُ — فَالْقَلْبُ مُشْتَغِلٌ بِهِمْ وَلْهَانَا
“Merekalah (para Auliya) tujuan utama, dan selain mereka bukanlah tujuan # Hati selalu sibuk dengan rasa cinta dan rindu kepada mereka.”
كَرِّرْ لِسَمْعِي ذِكْرَاهُمْ وَحَدِيْثَهُمْ — تَعْمَلْ مَعِيْ بِحَيَاتِهِمْ إِحْسَانَا
“Ulang-ulanglah cerita dan kisah mereka di telingaku # maka engkau akan terus melakukan kebaikan bersamaku dengan berkat hidup mereka.”
يَارَبَّ مَكَّةَ وَالصَّفَا بِمُحَمَّدٍ — اِغْفِرْ لَنَا يَا سَامِعًا لِدُعَانَا
“Wahai Tuhan yang mengatur Kota Mekah dan Bukit Shofa, dengan (kemuliaan) Nabi Muhammad # ampunilah kami wahai Tuhan Yang Maha Mendengar doa yang kami panjatkan.”
ثُمَّ الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِي وَآلِهِ هَامُوا — مَا حَرَّكَتْ رِيْحُ الصَّبَا أَغْصَانَا
“Kemudian selawat semoga selalu tercurah atas Nabi Muhammad Saw dan juga keluarganya # selama angin timur berhembus menggerakkan ranting-ranting pokok.”